Logo Bloomberg Technoz

Penyebab 12,5 Triliun Ton Es Mencair di Greenland dan Antarktika

Merinda Faradianti
25 September 2026 18:00

Upernavik, Greenland milik Denmark yang jadi kawasan strategis Amerika. (Bloomberg)
Upernavik, Greenland milik Denmark yang jadi kawasan strategis Amerika. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bumi kehilangan sekitar 12,5 triliun ton es dari Greenland dan Antarktika sejak 1979. Jumlah itu setara dengan es setebal sekitar 1,5 meter jika menutupi seluruh daratan Amerika Serikat.

Temuan tersebut berasal dari penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Data. Penelitian menunjukkan pencairan es di dua wilayah kutub utama dunia semakin cepat seiring kenaikan suhu Bumi.

Sekitar lima per enam dari es yang hilang bukan disebabkan oleh udara yang lebih panas. Mencairnya es terjadi karena air laut yang lebih hangat, mengikis lapisan es dari bawah dan mendorong gletser mengalir ke laut.

Ilmuwan es dari University of California, Irvine, sekaligus salah satu penulis studi, Eric Rignot, mengatakan pencairan es tersebut berkontribusi terhadap kenaikan permukaan laut global.


“Kita sedang mencairkan wilayah kutub, permukaan laut meningkat di seluruh dunia dan akan memperburuk kerentanan wilayah pesisir,” kata Rignot, dikutip dari Phys.org, Jumat (25/9/2026).

Es yang mencair menghasilkan hampir 3 kuadriliun galon air atau sekitar 11,3 kuadriliun liter. Pencairan tersebut berkontribusi terhadap kenaikan permukaan laut global sekitar 3,1 sentimeter sejak 1979, di luar faktor iklim lainnya.