Logo Bloomberg Technoz

Duduk Perkara Rencana Pemangkasan 1.900 Pekerja GNI

Azura Yumna Ramadani Purnama
08 August 2026 15:30

Gedung PT Gunbuster Nickel Industry./dok. GNI
Gedung PT Gunbuster Nickel Industry./dok. GNI

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.900 pekerjanya, dikabarkan terimbas oleh kejatuhan induk usaha lamanya di China, Jiangsu Delong Nickel Industry Co, akibat gagal bayar utang.

Pada tahun lalu, GNI dikabarkan menunda pembayaran pada pemasok, sehingga tidak dapat memperoleh bijih nikel untuk diolah smelter-nya, tak lama setelah Jiangsu Delong kolaps.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta menyebut PT GNI memang telah melakukan penyesuaian produksi pada awal tahun 2025 menjadi 30%—40% dari kapasitas terpasang smelter mereka, atau dari 25 lini produksi menjadi hanya 12 lini yang terpakai.


“Namun, [aktivitas produksi PT GNI] ini akan normal lagi April. Nah, selama masa transisi ini, dilakukan untuk pengembangan kapasitas karyawan. Ini insyallah akan normal lagi pada April 2025,” kata Setia kepada Bloomberg Technoz, Rabu (5/3/2025). 

GNI mengadopsi teknologi pirometalurgi berbasis RKEF dengan kapasitas produksi 1,9 juta nickel pig iron (NPI) per tahun yang membutuhkan suplai bijih nikel sekitar 21,6 juta wet metric ton (wmt) per tahun.