Logo Bloomberg Technoz

Tak Geser Nikel, Aluminium Bisa Jadi Tuas Baru Hilirisasi Mineral

Sabrina Mulia Rhamadanty
12 September 2026 13:30

Seorang pekerja memeriksa sel reduksi di pabrik peleburan atau smelter aluminium Rio Tinto Alma di Alma, Quebec, Kanada./Bloomberg-Andrej Ivanov
Seorang pekerja memeriksa sel reduksi di pabrik peleburan atau smelter aluminium Rio Tinto Alma di Alma, Quebec, Kanada./Bloomberg-Andrej Ivanov

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar Hukum Pertambangan dan Energi Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bachtiar mengatakan fenomena peningkatan investasi bauksit hingga munculnya banyak smelter aluminium menunjukkan adanya tren pertumbuhan industri pengolahan bernilai tambah tinggi.

Meski begitu, Bisman menilai kemajuan pembangunan smelter aluminium tidak berarti pemerintah melepas perhatiannya terhadap komoditas mineral lainnya yang lebih dahulu dikebut hilirisasinya, yaitu; nikel.

"Langkah ini bukan berarti pemerintah meninggalkan hilirisasi nikel untuk beralih total ke aluminium. Kita harus melihat dinamika ini sebagai upaya diversifikasi hilirisasi," ujar Bisman saat dihubungi, Sabtu (12/9/2026).


Menurutnya, nikel tetap bernilai strategis, sementara bauksit dan aluminium menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Seorang pekerja mengamati ingot aluminium yang sedang mendingin di dalam cetakannya di pabrik pengecoran./Bloomberg-Andrey Rudakov

Meskipun demikian, Bisman mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi dominasi investor asing di industri hilir bauksit, khususnya dari China.