Logo Bloomberg Technoz

Ramp Up Smelter Nickel Industries di IMIP Tersendat Imbas El Niño

Azura Yumna Ramadani Purnama
16 September 2026 11:50

Kawasan industri nikel di Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian
Kawasan industri nikel di Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Nickel Industries Limited mengumumkan proses ramp up atau peningkatan produksi smelter nikel hidrometalurgi berbasis high pressure acid leaching (HPAL) di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mengalami hambatan, sebab pasokan air tak mencukupi terimbas fenomena El Niño.

Dalam pengumuman resminya, Nickel Industries mengungkapkan proyek excelsior nickel cobalt (ENC) tersebut telah mencapai tingkat produksi sekitar 50% dari kapasitas terpasang dalam waktu empat pekan sejak dimulai komisioning.

Dengan kondisi kekeringan yang terjadi, proyek ENC diperkirakan baru bisa beroperasi sekitar 30% dari kapasitas terpasang hingga ketersediaan air kembali normal.


Perseroan mengungkapkan curah hujan di tambang Hengjaya—yang memasok bijih ke proyek ENC, secara rata-rata mencapai 222 milimeter (mm) dan curah hujan yang tercatat pada Agustus 2026 kurang dari 4 mm.

Indonesia Morowali Industrial Park di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian

“ENC telah menunjukkan kinerja yang sangat baik sejak commissioning, mencapai sekitar 50% dari kapasitas terpasang dalam waktu empat minggu, yang merupakan pencapaian nyata dari tim operasional kami,” kata Managing Director Justin Werner dalam pengumuman resminya, Selasa (15/9/2026).