Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka Rp18.000/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
04 August 2026 09:23

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Selasa (4/8/2026) dengan pelemahan 0,06% ke posisi Rp18.000/US$, dan melanjutkan pelemahannya 0,28% ke Rp18.028/US$ pada 09:05 WIB.

Kembali merebaknya sentimen kelangkaan minyak global, membuat mata uang di pasar Asia kembali tertekan. Beberapa perusahaan minyak besar di AS, seperti Shell, Exxon, dan Chevron, memperkirakan harga bahan bakar di SPBU akan bertahan tinggi, terlepas dari arah pergerakan harga minyak mentah di pasar berjangka kembali melandai. 

Sebagian besar mata uang kawasan tertekan hari ini, dengan yen Jepang melemah paling tajam 0,32%, disusul baht Thailand, dan rupiah. Sementara, dolar Singapura, ringgit Malaysia, dan yuan China juga peso Filipina melemah lebih terbatas. 


Sebaliknya, won Korea Selatan menguat signifikan pagi ini, tertopang oleh arus dolar AS yang masuk melalui repatriasi keuntungan SK Hynix yang menukarkan sebagian besar keuntungannya dalam bentuk dolar AS ke dalam mata uang won. 

Mata uang Asia (Bloomberg)

Sementara, kabar bahwa pasokan produk hasil olahan minyak, seperti bensin dan diesel, masih sangat ketat, dan menyebabkan tekanan terhadap harga bahan bakar masih tinggi, masih membebani pasar valas kawasan, termasuk rupiah.