Logo Bloomberg Technoz

Obligasi RI Rebound, Tenor Menengah Jadi Primadona

Tim Riset Bloomberg Technoz
18 September 2026 14:05

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar obligasi Indonesia rebound dengan kecenderungan bullish pada perdagangan Jumat (18/9/2026), sejalan dengan pasar obligasi global usai bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve mengerek suku bunga acuan. 

Melansir data Bloomberg, yield obligasi pemerintah tenor 4 tahun turun paling dalam 4,9 bps menjadi 6,96%, disusul tenor 8 tahun turun 4,8 bps menjadi 7,09%, 6 tahun turun 4,4 bps menjadi 7,04%, dan tenor 9 tahun turun 4,2 bps jadi 7,13%. 

Sementara di tenor pendek seperti 1 tahun, yield turun lebih terbatas 0,9 bps menjadi 6,8%, tenor 2 tahun stabil di 6,84%, sedangkan tenor 3 tahun turun 2,6 bps ke 6,88%. 

Pergerakan yield di pasar obligasi RI, Jumat (18/9/2026). (Bloomberg)

Di tenor acuan, yield 10 tahun turun 1,9 bps menjadi 7,13%, sementara tenor 5 tahun turun hanya 0,1 bps ke 7%. Sedangkan tenor lebih panjang bergerak lebih terbatas. Seperti tenor 15 tahun turun 2,6 bps, tenor 20 tahun turun 0,8 bps, 30 tahun turun 0,4 bps dan 40 tahun turun 1 bps. 

Pergerakan tersebut menunjukkan permintaan di pasar obligasi mulai masuk, meski penguatan belum merata dan reli tampaknya belum sepenuhnya agresif.