Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Tutup Pekan dengan Penguatan Tipis

Tim Riset Bloomberg Technoz
18 September 2026 15:32

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan pekan ini dengan penguatan terbatas 0,03% ke Rp17.742/US$. Penguatan itu membuat rupiah berada di zona hijau bersama sebagian besar mata uang Asia, meski lajunya relatif terbatas di antara mata uang yang menguat sore ini. 

Dari kawasan, ringgit Malaysia memimpin penguatan, bersama dolar Taiwan, baht Thailand, yuan China, yuan offshore, dan rupee India lalu rupiah dan dolar Hong Kong yang lebih terbatas.

Apresiasi sebagian mata uang kawasan juga turut ditopang oleh laju yuan setelah bank sentral China menetapkan nilai tukar acuan di level yang lebih kuat. Ini menjadi sinyal bahwa otoritas China masih menginginkan yuan stabil atau bahkan menguat terhadap dolar AS, menjelang pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pekan depan. 


Sebaliknya, yen Jepang semakin melemah, disusul won Korea Selatan dan dolar Singapura juga peso Filipina. 

Rupiah dan mata uang Asia pada Jumat (18/9/2026), 15.00 WIB. (Bloomberg)

Data Bloomberg menunjukkan bahwa rupiah sejatinya masih melemah 0,8% sepanjang pekan ini. Pelemahan itu terjadi bersama won Korea Selatan yang paling tajam 3,05%, diikuti yen Jepang 2,48%.