Harga Minyak Berpotensi Mengganjal Penguatan Rupiah
Tim Riset Bloomberg Technoz
04 August 2026 08:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sepertinya angin segar bagi rupiah mulai memudar. Rupiah di pasar spot diperkirakan kembali tertekan hari ini (4/8/2026), setelah mengawali pekan dengan penguatan.
Di perdagangan Non-Deliverable Forwards (NDF), rupiah pagi ini melemah. Mulanya, rupiah hanya tergelincir 0,02% ke Rp18.019/US$ pada pembukaan. Namun, rupiah melanjutkan pelemahannya 0,11% menjadi Rp18.035/US$.
Begitu juga di pasar Asia, sebagian besar mata uang di pasar yang sudah buka melemah. Baht Thailand melemah 0,15%, yen Jepang 0,06%, ringgit Malaysia dan dolar Singapura masing-masing 0,02%.
Di zona hijau, hanya yuan China dan won Korea Selatan yang menguat sangat terbatas, masing-masing 0,03% dan 0,02%.
Penyebabnya, timbul kekhawatiran kelangkaan energi global, lantaran ada kendala pada kapasitas pengilangan minyak. Minyak brent kembali dibanderol US$84,24/barel, naik 0,47%. Sementara, indeks dolar AS relatif stabil di 99,95.























