Logo Bloomberg Technoz

Saham BYAN Sentuh ARA, Transaksi Kalahkan AADI hingga UNTR

Muhammad Julian Fadli
18 September 2026 15:50

Karyawan memfoto layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memfoto layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Emiten yang bakal dicaplok Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melejit menuju harga tertingginya Rp13.825/saham hingga Auto Reject Atas (ARA) 19,96% sepanjang perdagangan Jumat (18/9/2026). 

Pergerakan saham BYAN pada Sesi II siang hari ini terus ‘mengunci’ posisi ARA Rp13.825/saham, setelah perusahaan pertambangan batu bara tersebut melesat 2.300 poin (19,96%) dengan antrean beli/ bid order book mencapai 15.340 lot.

Saham BYAN Melesat Hingga ARA (Auto Reject Atas) (Sumber: Bloomberg)

Volume transaksi pun tercatat amat ramai mencapai 10,34 juta saham, dengan nilai transaksi mencapai sebesar Rp142 miliar. Adapun frekuensi yang terjadi sejumlah 6.032 kali diperjualbelikan. 


Posisi saham BYAN Ini menjadi menarik, karena menjadi volume transaksi dengan nilai yang jauh lebih tinggi dibanding dengan perdagangan saham berkapitalisasi besar lainnya seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), hingga PT United Tractors Tbk (UNTR), yang masing-masing hanya 10 juta saham dengan nilai Rp127 miliar, dan 2,86 juta saham dengan nilai Rp73 miliar.

Berdasarkan data Bloomberg, saham BYAN pada harga saat ini diperdagangkan dengan Price to Book Value (PBV) 10,47x dan Price to Earnings (PER) 31x serta kapitalisasi pasar sebesar Rp460,83 triliun.