Logo Bloomberg Technoz

Permintaan SVBI Membeludak, Tapi Belum Cukup Kuat Topang Rupiah

Redaksi
18 September 2026 16:12

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Minat investor terhadap Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) kembali pulih. Terlihat pada penawaran yang masuk di lelang SVBI kemarin (17/9/2026), naik menjadi US$315 juta, dari lelang sebelumnya (15/9/2026) yaitu US$62 juta. 

Melansir data Bank Indonesia (BI), melonjaknya penawaran yang masuk disambung dengan naiknya nominal yang dimenangkan menjadi US$235 juta, atau hampir 11 kali lipat dari lelang sebelumnya hanya US$22 juta. 

Kenaikan permintaan itu dibarengi dengan meningkatnya yield rata-rata tertimbang SVBI menjadi 3,74% dari 3,7%. Hal ini mengindikasikan bahwa investor tetap meminta imbal hasil lebih tinggi untuk masuk ke pasar domestik. 


Meski minat investor mulai menanjak, outstanding SVBI dan SUVBI hanya naik tipis. Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, outstanding bertambah jadi US$3,82 miliar pada Agustus dari sebelumnya US$3,76 miliar, diikuti kenaikan yield yang moderat. 

Peningkatan itu relatif kecil jika dibandingkan dengan daya tarik instrumen dolar AS di pasar global. "Daya tarik kedua instrumen itu masih jauh di bawah level sebelumnya, dan kurang kompetitif dibandingkan suku bunga deposito dalam dolar AS," sebut Analis valas Bloomberg, termasuk Chunyu Zhang dan Stephen Chiu dalam catatannya.