Logo Bloomberg Technoz

Inflasi Melandai, Rupiah Stabil di Rp17.900-an/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
03 August 2026 13:07

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah bergerak stabil di kisaran Rp17.994/US$ pada siang ini (3/8/2026), setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ekonomi. 

Inflasi Juli melambat menjadi 2,88% secara tahunan (year-on-year/yoy), dan bahkan mencatat deflasi 0,14% secara bulanan (month-to-month/mtm). 

Di satu sisi, perlambatan inflasi memperkuat keyakinan bahwa stabilitas harga masih terjaga dan memberi ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan sikap kebijakan moneternya tanpa harus merespons secara agresif.


Namun, kemungkinan BI masih akan tetap berhati-hati lantaran inflasi inti masih naik, harga komoditas yang diatur pemerintah juga masih mengalami kenaikan, serta tekanan biaya transportasi masih tinggi, terdorong oleh harga minyak mentah. 

Artinya, meski risiko lonjakan inflasi dalam waktu dekat relatif terbatas, namun risiko itu belum sepenuhnya hilang.