Logo Bloomberg Technoz

Inflasi Juli: Biaya Pangan Turun, Ongkos Pendidikan Naik

Redaksi
03 August 2026 12:04

Inflasi Tahunan Juli Tembus 2,88%, Ini Alasannya. (Diolah dari Berbagai Sumber)
Inflasi Tahunan Juli Tembus 2,88%, Ini Alasannya. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Juli 2026, setelah sebulan sebelumnya inflasi mencapai 0,44%. Di saat yang sama, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) juga melambat menjadi 2,88% dari 3,34% pada Juni. 

Deflasi Juli hampir sepenuhnya ditopang oleh turunnya harga pangan bergejolak (volatile food), terutama bawang merah, cabai merah dan rawit, telur ayam ras, tomat, dan sejumlah komoditas hortikultura yang sepertinya memasuki musim panen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi 0,89% dan menjadi penyumbang terbesar terhadap penurunan inflasi. Kelompok tersebut memberikan andil deflasi sebesar 0,26%. 


"Selain makanan, minuman, dan tembakau, juga kelompok perawatan jasa pribadi dan lainnya juga memberikan andil terhadap deflasi sebesar 0,06%, dengan deflasinya sebesar 0,89%," kata Ateng. 

Namun, tekanan inflasi inti tetap naik sebesar 0,14% secara bulanan, salah satu penyumbang inflasi inti adalah kelompok pendidikan. Kelompok pendidikan mengalami inflasi 0,55%, dan memberikan andil inflasi sebesar 0,03%.