Logo Bloomberg Technoz

Data Juli menunjukkan, volume produksi kembali mencatat pertumbuhan setelah mengalami penurunan selama empat bulan berturut-turut. Namun, laju pertumbuhannya terbilang masih relatif terbatas.

Responden survei menyatakan, peningkatan produksi tersebut umumnya didorong oleh membaiknya kondisi permintaan. Kendati demikian, kenaikan harga bahan baku yang terus berlanjut masih membatasi potensi ekspansi produksi yang lebih kuat.

Sentimen positif juga terjadi pada jumlah volume pesanan baru yang stabil pada Juli setelah mengalami kontraksi yang cukup tajam pada Juni sebelumnya. Perusahaan mencatat peningkatan penjualan mengaitkannya dengan meningkatnya kepercayaan pelanggan serta peluncuran proyek–proyek baru.

Pada saat yang sama, perusahaan tercatat positif menambah jumlah tenaga kerja untuk pertama kalinya dalam lima bulan, biarpun kenaikannya masih relatif terbatas.

“Hasil survei Juli menunjukkan sektor manufaktur Indonesia kembali mencatat pertumbuhan volume produksi, yang sebagian didorong oleh stabilnya penerimaan pesanan baru. Perusahaan mulai melihat adanya indikasi kepercayaan pelanggan semakin membaik,” papar Usamah Bhatti, Ekonom S&P Global Market Intelligence, dalam keterangan tertulis.

Namun memang, lanjut Bhatti, ekspansi yang lebih kuat masih sedikit tertahan oleh dampak berlanjut dari tingginya harga.

“Perkembangan tersebut turut mendorong peningkatan optimisme terhadap prospek dalam satu tahun ke depan. Tingkat kepercayaan pelaku usaha mencapai level tertinggi dalam enam bulan, didukung oleh harapan pertumbuhan penjualan dan kepercayaan pelanggan akan terus membaik.”

(fad)

No more pages