Logo Bloomberg Technoz

Menghitung Kerugian Dapen Malaysia yang Kena Tipu eFishery

News
03 August 2026 10:10

Ilustrasi eks CEO dan pendiri eFishery Gibran Huzaifah. (Dok: Tangkapan layar Bloomberg Original/Youtube)
Ilustrasi eks CEO dan pendiri eFishery Gibran Huzaifah. (Dok: Tangkapan layar Bloomberg Original/Youtube)

Bloomberg, Lembaga negara antikorupsi Malaysia telah membuka penyelidikan terhadap kerugian yang terkait dengan investasi dana pensiun negara Kumpulan Wang Persaraan Diperbadankan di startup agritech Indonesia yang bangkrut, eFishery.

Sebuah tim dibentuk pada pertengahan Juli untuk “mempelajari dan memeriksa masalah ini secara menyeluruh,” kata Ketua Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) Abdul Halim Aman dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

“Penyelidikan akan dilakukan secara adil, transparan, dan tidak memihak berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Abdul Halim.


“Masyarakat diminta untuk tidak berspekulasi mengenai penyelidikan ini guna menghindari kebingungan dan menjaga integritas proses penyelidikan.”

Penyelidikan ini merupakan perkembangan terbaru dalam kasus penipuan senilai sekitar US$300 juta yang menjatuhkan salah satu startup paling terkenal di Asia Tenggara.