Logo Bloomberg Technoz

Amran Beber Penipuan Beras Fortifikasi Rugikan Konsumen Rp71 T

Pramesti Regita Cindy
01 August 2026 16:45

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman./dok. Kementan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman./dok. Kementan

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membeberkan adanya dugaan peredaran beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar.

Praktik tersebut dinilai menyebabkan potensi kerugian konsumen hingga Rp71 triliun dan berpotensi merugikan negara sekitar Rp56 triliun dari sisi subsidi pangan.

Menurut Amran, beras fortifikasi merupakan pangan bergizi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kelompok rentan, dan anak-anak berisiko stunting.


Untuk itu, harga jualnya seharusnya tidak jauh berbeda dengan beras medium.

"Fortifikasi itu diberikan vitamin-vitamin khusus untuk masyarakat menengah ke bawah, orang yang stunting, atau kekurangan gizi. Logikanya harganya harus murah, minimal setara beras medium atau sedikit lebih tinggi karena ada tambahan vitamin. Namun, ternyata ada yang dijual sampai Rp42.000/kg. Ini tidak masuk akal, ini akal-akalan," kata Amran mengutip dari keterangan resmi yang disiarkan, Jumat (31/7/2026).