Logo Bloomberg Technoz

Musim Paceklik, Pemerintah Gelontorkan Beras SPHP 1 Juta Ton

Ibnu Affan
07 September 2026 13:30

Pengunjung mengambil beras SPHP di salah satu ritel modern di Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung mengambil beras SPHP di salah satu ritel modern di Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah menggelontorkan beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) hingga sebanyak 1 juta ton untuk kuartal IV 2026, atau Oktober, November, dan Desember tahun ini, guna meminimalisir kenaikan harga beras imbas kekeringan atau El Nino.

Hal ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, dan Perum Bulog di Jakarta hari ini, Senin (7/9/2026).

"Oleh karena itu, karena supply and demand ya tidak ada produksi pasti harganya naik. Nah untuk merespon itu, maka kami baru saja rapat memutuskan kita tambah suplainya untuk yang beras subsidi ," ujar Menko Pangan Zulkifli Hasan dalam konferensi pers usai rapat.


Zulhas, sapaan akrabnya, mengakui musim kekeringan akut yang masih melanda Indonesia sepanjang Agustus hingga saat ini menurunkan produktivitas panen padi. Hal ini turut membuat kenaikan harga beras.

Apalagi, musim panen juga masih cukup panjang sehingga ada kekhawatirkan suplai beras berkurang. Ha ini, kata Zulhas, membuat harga beras di pasaran mengalami kenaikan sekitar Rp100-Rp200 per kilogram (kg).