Logo Bloomberg Technoz

Ricuh Antrean SPBU, IESR Desak Pemerintah Mereformasi Subsidi BBM

Sabrina Mulia Rhamadanty
15 September 2026 14:00

BBM bersubsidi di SPBU Pertamina./Bloomberg-Dimas Ardian
BBM bersubsidi di SPBU Pertamina./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg  Technoz, Jakarta – Institute for Essential Services Reform (IESR) mendesak pemerintah segera melakukan reformasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara menyeluruh dan memulihkan pasokan di wilayah terdampak dalam 7—10 hari ke depan.

Menurut catatan IESR, kelangkaan BBM khususnya Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite meluas hingga Sulawesi Selatan, Jawa, hingga Sumatra.

Hal ini mengindikasikan kelalaian antisipasi permintaan, distribusi yang rapuh, dan ketidaktepatan sasaran subsidi.


"Situasi ini membuktikan penilaian ketahanan energi kita masih berada di atas kertas, belum diikuti kemampuan membangun cadangan energi, memperkuat manajemen logistik, dan menjalankan strategi krisis sebagaimana diamanatkan Undang-undang [UU] Energi,” ujar CEO IESR Fabby Tumiwa saat dihubungi, Selasa (15/9/2026). 

IESR menyampaikan keprihatinan kepada warga di sejumlah daerah yang mengalami kelangkaan energi, termasuk antrean BBM berjam-jam, yang telah memukul pekerja harian, pengemudi angkutan dan ojek, nelayan, petani, pelaku usaha mikro, serta rumah tangga yang bergantung pada energi untuk mencari nafkah.