Pasar Obligasi Konservatif, Tekanan Jual Masih Terjadi
Tim Riset Bloomberg Technoz
15 September 2026 10:24

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar obligasi domestik kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Melansir data Bloomberg, yield meningkat di hampir semua tenor, seiring merebaknya ekspektasi pelaku pasar bahwa suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve akan naik karena tekanan inflasi.
Untuk tenor pendek, yield 1 tahun naik 1,2 basis poin (bps) menjadi 6,8%. Sedangkan tenor 2 tahun naik 1 bps jadi 6,79%, dan tenor 3 tahun relatif stabil di 6,9%.
Sementara di tenor menengah tekanan lebih terasa. Yield tenor 4 tahun naik 0,4 bps menjadi 6,98%, tenor 5 tahun naik 0,9 bps ke 7,01%, dan tenor 6 tahun juga naik 1,6 bps ke 7,06%.
Tak berhenti di situ, tenor panjang ikut naik. Dengan yield 10 tahun naik ke 7,17%, dan tenor 11 tahun naik 2,5 bps menjadi 7,16%, sedangkan tenor 12 tahun meningkat 2,8 bps menjadi 7,18%.
Kenaikan yield di pasar obligasi domestik dipicu oleh tekanan global yang datang dari meningkatnya risiko inflasi dan kenaikan yield US Treasury.






























