Rupiah Menutup Perdagangan di Level Rp17.691/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
15 September 2026 16:02

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Selasa (15/9/2026) dengan melemah 0,24% ke Rp17.691/US$. Pelemahan rupiah dipicu oleh dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat seiring meningkatnya ekspektasi The Fed akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.
Tekanan terhadap rupiah tak cuma datang dari faktor domestik. Pergerakan mata uang Asia juga tertekan pada sore ini. Won Korea Selatan bahkan melemah paling dalam 1,1%.
Pelemahan pada mata uang kawasan yang hampir serempak itu mencerminkan adanya perubahan sentimen global, terutama setelah pasar kembali memperhitungkan risiko bahwa ruang pelonggaran moneter The Fed sepertinya makin terbatas.
Bahkan, obligasi pemerintah AS, US Treasury, tenor 10 tahun kembali terkerek 3,9 basis poin (bps) ke 5,02%. Ini merupakan level tertinggi sejak Oktober 2023.
Ekspektasi itu timbul lantaran harga minyak terus berada di level tinggi, US$106/barel. Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran akan inflasi. Tanpa kenaikan harga minyak pun, inflasi AS cukup bandel, dan berada di 3,5%, jauh dari target The Fed 2%.





























