Momentum China Melambat, Investasi Teknologi Bersih Merosot 17%
Redaksi
10 September 2026 13:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Investasi global dalam teknologi bersih anjlok pada semester pertama 2026 akibat melambatnya momentum di China.
Perusahaan riset Rhodium Group melaporkan bahwa investasi teknologi bersih secara global merosot 17% menjadi US$770 miliar atau sekira Rp13,51 kuadriliun pada paruh pertama 2026, karena perlambatan di China mengimbangi pertumbuhan di beberapa pasar lain.
"Secara geografis, penurunan ini didorong oleh China—investor teknologi bersih terbesar di dunia—di mana peralihan ke penetapan harga berbasis pasar memberikan tekanan pada investasi baru pembangkit listrik terbarukan," kata penulis laporan, Hannah Pitt, Direktur Divisi Energi dan Iklim Rhodium, dilansir Reuters, Kamis (10/9/2026).
Sebagian besar penurunan secara tahunan tersebut mencerminkan lonjakan investasi di awal pada semester pertama 2025 menjelang transisi kebijakan.
Hal ini kontras dengan investasi tenaga surya dan angin yang stabil atau meningkat di AS, Eropa, dan India, menurut laporan tersebut, yang menganalisis investasi bersih di sektor listrik, transportasi, manufaktur, dan industri.


































