Logo Bloomberg Technoz

TINS Ramal Harga Timah 2026 di US$55.000, Tren Masih Bullish

Muhammad Fikri
11 September 2026 13:10

Para pekerja mencetak batangan murni atau ingot timah di pabrik timah PT Timah di Mentok, Pulau Bangka./Bloomberg-Dimas Ardian
Para pekerja mencetak batangan murni atau ingot timah di pabrik timah PT Timah di Mentok, Pulau Bangka./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) memproyeksikan harga timah global pada 2026 berada di kisaran US$47.000—US$55.000 per ton, ditopang oleh kondisi pasar yang masih mengalami defisit antara produksi dan konsumsi. 

Seiring dengan hal itu, Direktur Produksi dan Komersial TINS Ilhamsyah Mahendra optimistis laba bersih perseroan pada semester II-2026 dapat lebih tinggi dibandingkan dengan semester I.

“Dengan masih kuatnya harga logam, artinya proyeksi pada second half dirasa bisa lebih tebal dibandingkan dengan first half  2026,” kata Ilhamsyah dalam Public Expose, Kamis (10/9/2026).


Manajemen melihat harga timah masih berpotensi bertahan kuat karena konsumsi global lebih tinggi dibandingkan dengan produksi.

Ingot timah dibiarkan mengeras di dalam cetakannya di fasilitas pengolahan PT Timah di Mentok, Pulau Bangka./Bloomberg-Dimas Ardian

Sampai dengan Juni 2026, konsumsi timah global tercatat sekitar 179.000 ton, sedangkan produksi sekitar 173.000 ton. Kondisi tersebut menciptakan selisih sekitar 3% antara produksi dan konsumsi.