Menkeu AS Tepis Kecemasan Soal Buyback Obligasi & Kenaikan Yield
News
11 September 2026 07:45

Yash Roy - Bloomberg News
Bloomberg, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menepis kekhawatiran terkait operasi pembelian kembali (buyback) surat utang pemerintah yang lebih kecil dari perkiraan pada Kamis (10/9), serta meremehkan kekhawatiran atas lonjakan imbal hasil obligasi.
Pasar obligasi pemerintah AS berada dalam kondisi “sangat baik”, kata Bessent dalam wawancara dengan Steve Bannon. Ia menyoroti kuatnya permintaan dalam dua lelang obligasi dalam beberapa hari terakhir. Ia juga kembali menegaskan bahwa obligasi belakangan ini memiliki korelasi yang sangat tinggi dengan harga energi.
Bessent menyampaikan pernyataan tersebut setelah imbal hasil obligasi tenor dua tahun mencapai level tertinggi sejak 2024 dan imbal hasil tenor 10 tahun menyentuh level yang belum terlihat sejak 2023. Aksi jual terjadi seiring lonjakan harga minyak mentah dan pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS yang lebih kecil dari perkiraan. Departemen tersebut pada Rabu mengatakan akan membeli hingga US$6 miliar, tetapi operasi pada Kamis hanya ditutup dengan pembelian senilai US$5,19 miliar.
“Kami hanya membeli kembali obligasi dengan harga murah,” kata Bessent. Namun dalam kasus ini, pemegang obligasi tampaknya ingin tetap mempertahankan surat utang jangka panjang mereka. “Biasanya kami mendapat penawaran senilai US$20 miliar,” ujarnya. Namun, dalam operasi kali ini Departemen Keuangan AS hanya menerima penawaran sekitar US$10 miliar.































