Bursa Asia Merosot, Tertekan Kejatuhan Sektor AI Wall Street
News
24 July 2026 08:10

Toby Alder - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham di kawasan Asia merosot mengekor aksi lepas saham (selloff) sektor teknologi di Wall Street, seiring meningkatnya keraguan para investor terkait apakah belanja raksasa bernilai miliaran dolar untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) bakal menghasilkan imbal hasil yang sepadan. Sementara itu, harga minyak bertahan di level tinggi.
Indeks MSCI Asia Pasifik terkoreksi 0,8% setelah indeks acuan di Jepang, Korea Selatan, dan Australia kompak merosot. Kelesuan ini terjadi usai indeks S&P 500 turun 1,2%—penurunan harian terbesar dalam sebulan—dan indeks Nasdaq 100 yang sarat saham teknologi terkikis 1,9%. Indikator saham-saham berkapitalisasi raksasa (megacaps) bahkan mencatatkan sesi terburuknya sejak kejatuhan pasar akibat isu tarif pada April 2025, menggarisbawahi aksi penarikan diri investor dari aset-aset berisiko.
Kontrak berjangka (futures) Nasdaq 100 menguat tipis 0,1%, membantu menstabilkan sentimen, sementara saham Intel Corp melonjak 3,5% pada perdagangan setelah penutupan pasar setelah proyeksi kinerjanya melampaui ekspektasi Wall Street.
Harga minyak Brent relatif stabil pada awal perdagangan Asia setelah ditutup di atas US$100 per barel, level tertinggi sejak Mei. Lonjakan harga minyak mendorong penurunan harga obligasi pemerintah AS (Treasury) dan menguatkan dolar AS di tengah kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi kenaikan suku bunga.





























