Logo Bloomberg Technoz

Data ini memperkuat alasan bagi BOJ untuk terus melanjutkan pengetatan suku bunga setelah menaikkan suku bunga acuan bulan lalu ke level tertingginya sejak tahun 1995. Kemerosotan mata uang yen yang terus berlanjut — yang jatuh semalam ke level terendah baru dalam empat dekade terakhir terhadap dolar AS — menjadi sumber kekhawatiran tambahan bagi para pembuat kebijakan yang sudah sangat waspada terhadap risiko lonjakan inflasi.

Bank sentral Jepang tersebut diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneternya ketika menggelar rapat pada 31 Juli mendatang.

Semakin banyak perusahaan makanan dan minuman besar di Jepang juga menaikkan harga produk mereka akibat meningkatnya biaya produksi yang dipicu pelemahan yen dan kekurangan tenaga kerja. Lembaga riset Teikoku Databank melaporkan jumlah rencana kenaikan harga meningkat 21,9% pada bulan ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini menjadi kenaikan tahunan pertama sepanjang 2026.

Perusahaan-perusahaan Jepang kini semakin sering meneruskan kenaikan biaya produksi kepada konsumen, alih-alih menyerapnya sendiri. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan pola penetapan harga yang telah berlangsung lama sejak pecahnya perang Iran.

Pelemahan yen juga diperkirakan akan terus memberikan tekanan terhadap inflasi. Nilai tukar mata uang Jepang sempat mendekati ¥164 per dolar AS pada perdagangan semalam, level terlemah sejak 1986, sehingga meningkatkan biaya impor bagi Jepang yang sangat bergantung pada pasokan energi dan pangan dari luar negeri.

Kombinasi pelemahan yen, cuaca musim panas yang sangat panas, dan kenaikan biaya bahan bakar juga mendorong harga listrik spot di Jepang pekan ini ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun. Kondisi tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu faktor pendorong inflasi pada Juli.

Meski Dewan Kebijakan BOJ diperkirakan mempertahankan suku bunga pada akhir bulan ini, bank sentral juga akan merilis proyeksi ekonomi triwulanan terbaru yang berpotensi memperkuat arah kebijakan menuju kenaikan suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun.

Berdasarkan survei Bloomberg pekan ini, sekitar separuh pengamat BOJ memperkirakan kenaikan suku bunga berikutnya akan terjadi pada Desember, sementara sekitar 40% lainnya memprediksi langkah tersebut akan dilakukan lebih awal, yakni pada Oktober.

(bbn)

No more pages