Dengan demikian, Indonesia juga tidak memperoleh tiket otomatis ke putaran final sebagaimana negara-negara tuan rumah. Jika ingin tampil di ajang tersebut, Timnas Indonesia harus lolos melalui babak kualifikasi zona Asia yang diselenggarakan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Mengapa Digelar di Enam Negara?
FIFA memilih format multi-negara untuk memperingati 100 tahun sejak Piala Dunia pertama digelar di Uruguay pada 1930.
Melalui konsep tersebut, laga pembuka akan kembali dimainkan di Amerika Selatan sebagai penghormatan terhadap sejarah turnamen, sementara sebagian besar pertandingan berlangsung di Eropa dan Afrika.
Format ini juga menjadi simbol kolaborasi antarwilayah dalam penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di dunia.
Peluang Indonesia Tetap Terbuka
Meski tidak menjadi tuan rumah, peluang Indonesia tampil di Piala Dunia 2030 masih terbuka melalui jalur kualifikasi.
Dengan jumlah peserta putaran final yang lebih banyak dibandingkan edisi-edisi sebelumnya, persaingan di zona Asia diperkirakan tetap berlangsung ketat sehingga setiap pertandingan kualifikasi akan menjadi penentu langkah menuju panggung sepak bola dunia.
Fokus pada Perjalanan Kualifikasi
Bagi Indonesia, jalan menuju Piala Dunia 2030 tetap bergantung pada hasil di babak kualifikasi. Performa tim nasional dalam setiap fase kompetisi akan menentukan peluang untuk mencatatkan sejarah tampil di putaran final, terlepas dari format penyelenggaraan yang melibatkan enam negara tuan rumah.
(seo)
































