Logo Bloomberg Technoz

Alih-alih kembali mengetatkan kebijakan moneter, BI memilih memperkuat instrumen non-suku bunga. Perry Warjiyo menegaskan bank sentral akan memperluas berbagai insentif dan kebijakan untuk mendorong aliran masuk investasi portofolio asing sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa BI kini mengandalkan bauran kebijakan yang lebih komprehensif, tidak cuma melalui penyesuaian BI Rate, tetapi juga melalui optimalisasi instrumen moneter, pendalaman pasar keuangan, serta insentif bagi investor.

Menurut Perry, kebijakan ini merupakan bagian terintegrasi dari bauran kebijakan BI yang tetap konsisten untuk semakin memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global dan mempertahankan inflasi 2026 dan 2027 berada dalam kisaran sasaran 2,5% ±1%. 

Perbaikan IHSG sore ini ditopang oleh menguatnya sejumlah saham berkapitalisasi besar di sektor energi dan industri. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menjadi kontributor terbesar terhadap indeks dengan tambahan sekitar 8,56 poin, meningkat dibandingkan sesi sebelumnya.

Saham VKTR menyumbang sekitar 3,71 poin, disusul MPRO sebesar 3,31 poin, MLPT sebesar 3,08 poin, serta ASII sekitar 3,07 poin. Saham-saham energi seperti ENRG dan PTRO juga turut menopang penguatan indeks, menunjukkan minat investor yang masih kuat terhadap sektor berbasis komoditas.

Di sisi lain, tekanan pada saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terkoreksi dengan pengurangan sekitar 6,45 poin, disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) sebesar 5,87 poin, PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) sebesar 5,57 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar 5,08 poin, dan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) sebesar 4,93 poin. 

(dsp/aji)

No more pages