Logo Bloomberg Technoz

Kementerian ESDM menargetkan proses pembuatan sampel tabung rampung pada akhir Juli 2026 agar dapat segera diuji kelayakannya di Lemigas, sebelum akhirnya disosialisasikan kepada masyarakat.

"Insyaallah akhir Juli ini sampel dari tabung-tabung itu selesai dan akan kami kirim ke Lemigas untuk diuji. Setelah itu, kami baru merencanakan bagaimana tahap pengenalan atau sosialisasi kepada masyarakat," lanjutnya.

Mengenai jumlah atau kuota tabung yang akan dipasarkan pada tahap awal, pemerintah mengaku belum menetapkan angka pasti.

Menurut Laode, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan aspek keamanan produk serta mematangkan mekanisme pendistribusiannya ke masyarakat.

"Kita belum bicara masalah angka. [Hal] yang penting sekarang adalah aspek safety [keamanan] dan bagaimana mekanisme menyiapkan ini ke masyarakat," tegas Laode.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan proyek CNG Merah Putih 3 kg rencananya akan digarap melalui kerja sama dengan BUMN pertahanan, PT Pindad (Persero).

Meski demikian, Bahlil menjelaskan proyek tersebut saat ini masih dalam tahap pengujian di China sebelum bisa dilanjutkan ke tahap realisasi di dalam negeri.

“Kita akan melakukan [kerja sama] dengan Pindad nanti, tetapi masih cek dahulu di sana [China]. Kalau sudah selesai, baru kita lakukan tindakan lebih lanjut,” ujar Bahlil kepada awak media usai menghadiri agenda GHES 2026, Selasa (21/7/2026).

Bahlil menambahkan tahap uji coba yang berlangsung di China menjadi krusial sebelum pemerintah memfinalisasi kerja sama teknis bersama BUMN terkait.

“Masih di China. Masih dilakukan uji coba di China. Habis itu kita melakukan kerja sama dengan perusahaan BUMN yang ada di sini,” tegas Bahlil.

Sebagai informasi, pada awal proyek ini diluncurkan, Kementerian ESDM mengungkapkan Indonesia sedang mempertimbangkan rencana impor tabung gas CNG berukuran 3 kg sekitar 100.000 unit dari China.

Laode mengungkapkan proses pengujian tabung CNG 3 kg sedang dilakukan dan untuk memesan tabung dengan ukuran tersebut dibutuhkan minimal pembelian sekitar 100.000 tabung.

Dia memastikan impor tersebut bakal dilakukan oleh badan usaha, tetapi dia tak menjelaskan apakah BUMN atau pihak swasta yang bakal mengimpor tabung tersebut.

“Jadi, kita sekarang fokus kepada proses pengujian. Proses pengujian ini butuh tabung yang riil. Untuk bisa kita dapatkan tabung yang riil, minimum kita harus pesan 100.000,” kata Laode kepada awak media, di sela IPA Convex 2026, Rabu (20/5/2026).

“Akan tetapi, ini yang lakukan calon badan usahanya ya, bukan kita. Mereka yang sedang berproses sekarang,” tegas dia.

(smr/wdh)

No more pages