Gas Racun SO₂ Anak Krakatau Menuju Jabodetabek, Bageol ESDM Jawab
Sabrina Mulia Rhamadanty
07 September 2026 11:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria merespons peredaran informasi mengenai penyebaran gas sulfur dioksida atau belerang dioksida (SO₂) dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang diduga telah mencapai wilayah Jabodetabek dan Banten.
Pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi unggahan di sejumlah media sosial yang menyebutkan angin yang bertiup ke arah timur laut telah membawa gas beracun SO₂ menuju kawasan pemukiman padat penduduk.
Lana menjelaskan Gunung Anak Krakatau memang tengah mengalami erupsi magmatik bertipe lava fountain (pancuran lava). Karakteristik erupsi tipe ini melepaskan gas SO₂ dalam kuantitas yang sangat besar.
“Gunung api yang mengalami magmatik memang melepaskan gas SO₂ dalam jumlah besar. Gas SO₂ tersebar ke wilayah yang luas karena terbawa angin. Jika gas SO₂ mencapai atmosfer tinggi, penyebarannya mengikuti angin di ketinggian tersebut,” ungkap Lana dalam keterangan pers dikutip Senin (7/9/2026).
Lana kemudian mencontohkan terdapat perbedaan mendasar antara erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini dengan erupsi Gunung Ruang yang terjadi pada 2024.



























