Logo Bloomberg Technoz

Kapal Danuta I baru saja memasuki Laut Arab ketika melakukan beberapa perubahan arah yang tajam, dan kini berlayar dengan kecepatan lambat dan tidak menuju ke arah tujuan yang dinyatakan, yaitu Sri Lanka.

Kapal LPG ketiga yang dikenai sanksi AS, kapal pengangkut gas berukuran sangat besar Celeste, terlihat berlayar memasuki Laut Arab, dan menunjukkan China sebagai tujuannya.

Menurut data dari organisasi nirlaba United Against Nuclear Iran, sekitar 91 kapal tanker minyak, LPG, dan petrokimia terkait Iran telah terdeteksi dalam citra satelit di Teluk Persia dan Teluk Oman selama tujuh hari terakhir.

Pasar energi dan pelayaran sangat memperhatikan pergerakan armada tersebut untuk memahami seberapa ketat militer AS menjalankan blokadenya.

Aktivitas pelayaran yang teramati melalui Selat Hormuz tetap sepi pada Jumat pagi. Hanya empat kapal yang terkait Iran yang melintasi selat tersebut ke kedua arah dengan transponder aktif pada hari sebelumnya, meski satu kapal tanker minyak kecil yang telah melakukan perjalanan ke arah timur untuk meninggalkan Teluk Persia kemudian berbalik arah kembali ke perairan dalam.

Pemilik Glendale terdaftar sebagai Ecoseas Maritime Ltd, yang memiliki alamat yang sama di India dengan manajernya, Bluveera Shipping OPC Pvt Ltd, dalam basis data Equasis.

Panggilan yang dilakukan ke nomor telepon Ecoseas di Bulgaria tidak tersambung, sementara Bluveera tidak mencantumkan alamat email atau nomor kontak.

Demikian pula, tidak ada alamat email atau nomor telepon yang tercantum untuk pemilik dan pengelola Danuta I, yaitu Ithaki Maritime and Trading SA yang berbasis di Panama. 

Pemilik Celeste, Aerilyn Shipping Inc, yang juga berbasis di Panama, tidak mencantumkan alamat email atau nomor telepon apa pun.

(bbn)

No more pages