Logo Bloomberg Technoz

Ketiga, adanya kabar bahwa realisasi investasi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 7,1% secara tahunan, mencapai Rp511,8 triliun. Dari jumlah tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat Rp257,7 triliun.

Secara kumulatif, realisasi investasi semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, naik 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan PMA sebesar Rp507,6 triliun. 

Kombinasi sentimen domestik yang positif itu cukup memperkuat keyakinan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global saat ini.

Keberlanjutan aliran investasi, terjaganya kredibilitas fiskal melalui peringkat utang yang tetap stabil, serta komitmen pemerintah menjaga inflasi menjadi faktor yang menopang permintaan terhadap aset domestik, termasuk rupiah.

Meski demikian, arah pergerakan rupiah ke depan sepertinya masih akan dipengaruhi dinamika eksternal, terutama ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve, pergerakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS), serta perkembangan harga komoditas global. 

Di tengah tekanan eksternal yang kemungkinan masih berlanjut dan berpotensi membatasi penguatan terhadap rupiah, perhatian investor sepertinya kini beralih pada agenda Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pekan depan.

Pasar akan mencermati apakah BI masih akan mempertahankan bias kebijakan moneter yang ketat, setelah menaikkan suku bunga acuan secara kumulatif sebesar 100 basis poin (bps) hanya dalam sebulan. 

(dsp/aji)

No more pages