Logo Bloomberg Technoz

Dia menegaskan penggunaan biodiesel B40 sudah membuat ongkos perawatan alat berat dan truk tambang meningkat, sebab pergantian filter serta suku cadang lainnya dilakukan lebih sering.

Selain itu, dia menilai biodiesel B40 terbilang lebih boros sehingga konsumsi BBM di tambang meningkat.

“Ya harapannya jangan lebih mahal dari itu. Kan dampaknya akan sangat besar. Bagaimana kita bisa kompetitif dengan produk global lain dari negara lain, dan juga bahan bakar yang kita gunakan lebih mahal,” tegasnya.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi sebelumnya mendorong industri komponen dan suku cadang atau onderdil lokal segera melakukan penyesuaian dengan spesifikasi B50.

"Kualitasnya [B50] justru di atas spek pabrikan, sehingga industri komponen atau spare part yang harus berinovasi menyesuaikan diri, bukan malah mengeluh," ungkap Eniya dikutip dari kanal YouTube resmi Kementerian ESDM, Senin (13/7/2026).

Eniya menambahkan, berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan Kementerian ESDM, B50 menunjukkan performa filter yang jauh lebih tahan lama dibandingkan dengan saat menggunakan bahan bakar konvensional.

"Sama sekali tidak [gampang rusak]. Pihak Gaikindo [Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia] bahkan terkejut dengan hasilnya. Biasanya filter kendaraan diganti per 10.000 kilometer, tetapi dengan B50, kendaraan baru perlu ganti filter setelah berjalan 27.000 kilometer," ujar Eniya.

Menurutnya, daya tahan ini juga terjadi pada sektor industri berat. Di sektor pertambangan, efisiensi penggantian suku cadang ini meningkat hingga berkali-kali lipat.

"Di sektor pertambangan, filter yang biasanya diganti per 250 jam, kini kuat hingga 500 jam, bahkan dites sampai 1.000 jam tidak ada masalah," tambahnya.

Eniya juga menjelaskan bahwa B50 juga telah diuji langsung pada sektor transportasi laut. Kementerian ESDM telah menerapkan bahan bakar ini pada kapal survei milik mereka sendiri untuk memastikan keandalannya di lautan.

"Kami sudah mengujinya langsung di kapal survei Geomarin milik ESDM dan dipakai berlayar. Hasilnya no problem, aman semuanya," tutur Eniya. 

Sebelum berlaku per 1 Juli 2026, B50 telah diuji coba serentak di enam sektor strategis secara komprehensif. Sektor tersebut meliputi otomotif, alat pertanian, perkapalan, pertambangan, kereta api, hingga pembangkit listrik.

“Seluruh proses ini dipantau secara ketat melalui mekanisme monitoring dan evaluasi [monev] yang digelar seminggu sekali,” kata dia.

Mandatori Berlaku Juli, Ini 24 Parameter Mutu Biodiesel B50 (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Di sisi lain, Eniya menambahkan bahwa pemerintah akan memperketat tiga parameter utama untuk menjamin stabilitas B50 dalam jangka panjang, diantaranya sebagai berikut:

1. Waktu Oksidasi (Oxidation Time):

Diperpanjang menjadi 900 menit dari yang sebelumnya hanya berkisar di angka 800 menit, membuat bahan bakar menjadi lebih tahan lama dan tidak mudah kedaluwarsa.

2. Kandungan Monogliserida: 

Zat yang kerap memicu gumpalan ini berhasil ditekan hingga menjadi 0,47%, jauh lebih bersih dibandingkan dengan masa B30 yang masih melonggarkan kadar hingga 0,55%.

3. Kandungan Air (Water Content):

Dijaga di bawah 300 part per million (ppm), pada level pabrik bisa ditekan hingga menyentuh 120 ppm.

Di sisi lain, mengingat sifat biodiesel yang higroskopis atau mudah menyerap air, Eniya mengingatkan pentingnya perlakuan khusus selama proses distribusi dan penyimpanan.

"Sifat biodiesel ini higroskopis, jadi saat pengiriman atau penyimpanan di kapal atau tangki tidak boleh bersentuhan langsung dengan udara bebas dan menggunakan sistem nitrogen blanket," terangnya.

(azr/wdh)

No more pages