“Jangan lupa, dia juga memiliki jajaran anggota dewan,” tambah Trump. “Mungkin saja posisinya mereka bersikap tidak bersahabat.”
Dalam persidangan tersebut, saat didesak oleh Senator dari kubu Demokrat, Chris Van Hollen, Warsh menyatakan bahwa sang presiden “tidak pernah—baik sebelum saya menjabat posisi ini, maupun sebelum saya mengangkat sumpah jabatan—mencoba memengaruhi jalannya kebijakan moneter.” Ia menambahkan, “Dan jika dia mencoba melakukannya, saya akan tetap menundukkan kepala dan fokus menyelesaikan pekerjaan saya.”
Warsh juga menyatakan bahwa dirinya akan mengikuti preseden atau aturan yang sudah berlaku sebelumnya terkait transparansi dalam mempublikasikan agenda kerja resminya.
Warsh ditunjuk langsung oleh Trump untuk mengisi posisi tertinggi di The Fed dan resmi menjabat pada bulan Mei lalu. Pada pertemuan kebijakan perdananya bulan lalu, bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan, menyusul tingginya tekanan harga yang dipicu oleh pecahnya perang di Iran.
Mengikuti Preseden
Dalam sidang tersebut, Van Hollen menyatakan berharap Warsh akan "mengikuti preseden." Mantan Gubernur The Fed Jerome Powell, yang kini masih menjadi anggota Dewan Gubernur The Fed, sebelumnya mengabaikan desakan Trump untuk memangkas suku bunga dan secara terbuka mengkritik upaya pemerintah memberikan tekanan politik kepada bank sentral.
Trump bulan lalu kembali menegaskan pandangannya bahwa "kita membutuhkan suku bunga yang rendah."
Namun, para ekonom dan pelaku pasar memperkirakan The Fed justru mungkin perlu menaikkan suku bunga tahun ini seiring tekanan inflasi yang dipicu kenaikan harga energi dan pesatnya pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
(bbn)






























