Logo Bloomberg Technoz

Penerawangan Rupiah Hari Ini, Kamis 16 Juli 2026

Tim Riset Bloomberg Technoz
16 July 2026 09:28

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah dibuka melemah terbatas di sesi perdagangan spot 0,02%% ke posisi Rp18.070/US$. Mematahkan penguatan kemarin tertopang oleh sentimen positif dari keputusan S&P Ratings yang mempertahankan peringkat obligasi Indonesia di BBB dengan prospek stabil. 

Pelemahan rupiah yang relatif terbatas ini dipicu oleh pergerakan harga minyak mentah yang masih melambung US$85,25 per barel. Sementara, indeks dolar AS kembali bertenaga dengan menguat terbatas 0,03% menjadi 100,51. 

Meski rupiah melemah terbatas, pasar Surat Utang Negara (SUN) masih diwarnai aksi beli melalui intervensi otoritas hingga pagi ini, dan membuat yield SUN tenor 1 tahun kembali turun 16,8 bps menjadi 6,9%, tenor 3 tahun turun 1,5 bps menjadi 7,17%. Begitu juga tenor acuan 10 tahun turun tipis 0,2 bps ke 7,23%, tenor 11 tahun turun 3 bps ke 7,28%. 


Namun berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, investor asing mencatat penjualan bersih di pasar obligasi sebesar US$75,4 juta pada Selasa (14/7/2026). Kemarin, investor asing juga masih mencatatkan aksi jual saham senilai US$8,44 juta, dan menandai aksi jual bersih hari kedelapan secara beruntun. 

Sedangkan, mata uang kawasan relatif stabil dan sebagian besar bergerak di zona hijau. Dolar Taiwan menguat paling tajam 0,2%, disusul won Korea Selatan 0,16%, ringgit Malaysia, 0,15%. Adapun, pelemahan peso Filipina, baht Thailand, yen Jepang lebih terbatas. 

Pergerakan mata uang Asia. Kamis (16/7/2026) pagi. (Bloomberg)