Secara bulanan, yang terjadi adalah deflasi sebesar 0,4% pada Juni. Ini adalah yang terendah sejak April 2020.
Namun di sisi lain, ada pula ekspektasi bahwa inflasi AS yang melambat hanyalah oasis di padang pasir. Kenikmatan sesaat, hanya mampir sebentar, sedangkan perjalanan masih panjang dan berat.
Inflasi AS kemungkinan akan kembali melonjak pada Juli. Sebab, bulan ini situasi di Timur Tengah kembali memanas.
AS dan Iran kembali bersitegang dan melancarkan jual-beli serangan. Konflik yang memanas ikut ‘mendidihkan’ harga minyak dunia.
Dalam sebulan terakhir, harga minyak jenis brent melesat lebih dari 8%.
Alhasil, dunia masih dihantui ancaman inflasi tinggi seiring kenaikan harga energi. Ini membuat bank sentral di berbagai negara, termasuk Federal Reserve dari AS, tidak punya banyak pilihan selain mengetatkan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan.
“Data inflasi Juni mungkin menjadi kabar baik bagi The Fed, meski bukan berarti misi selesai,” tukas Omair Sharif, Presiden Inflation Insight LLC, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Sementara dalam rapat dengan Kongres AS, Gubernur The Fed Kevin Warsh menegaskan komitmennya untuk membawa inflasi ke arah target 2%. The Fed disebutnya memiliki berbagai perangkat (tools) untuk menuju ke sana.
"Kami memiliki berbagai perangkat untuk melakukannya. Ke depan, saya akan meminta para kolega saya untuk 'bertarung' mengenai dosis dan kapan waktu yang tepat untuk menerapkannya," tegas Warsh, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi, demikian pula sebaliknya.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Kamis (16/7/2026)? Apakah bisa naik lagi, atau malah terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 42. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 64. Menghuni area beli (long) yang lumayan kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sebenarnya masih berpeluang naik. Apalagi pivot point US$ 4.052/troy ons sudah tertembus.
Dari situ, ada potensi harga emas menguji rentang US$ 4.085-4.094/troy ons. Target paling optimistis ada di US$ 4.153/troy ons.
Namun jikalau harga emas turun, maka US$ 4.038/troy ons sepertinya bisa menjadi target support terdekat. Support lanjutan ada di kisaran US$ 4.026-4.012/troy ons.
Target paling pesimistis ada di US$ 3.963/troy ons.
(aji)



























