Logo Bloomberg Technoz

Saat ini, kata Sripeni, target kapasitas terpasang PLTS dalam RUPTL PLN masih sebesar 17,1 GW hingga 2034. Hingga 2029, kapasitas tersebut ditargetkan dapat mencapai sekitar 5 GW.

“Ditata ini kan berarti butuh perangkat. Kalau KEN itu PP, kalau mau membuat PP kan agak panjang. Ya sudah deh, perpres dahulu. Nanti dari perpres dipakai untuk merevisi KEN [peraturan pemerintah tentang Kebijakan Energi Nasional]. Akan tetapi ke depan kan, KEN barusan diluncurkan,” kata Sripeni kepada awak media, di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).

Sripeni mengungkapkan perpres program PLTS 100 GW tersebut bakal menjadi landasan Kementerian ESDM untuk merevisi aturan RUEN. Setelah itu, aturan RUEN yang telah direvisi bakal menjadi landasan untuk menggarap revisi PP KEN.

Meskipun begitu, dia belum dapat mengungkapkan target rampungnya perancangan Perpres ihwal PLTS 100 GW tersebut.

“Jadi ini 7 [GW] versus kalau sampai masa pemerintah Pak Prabowo 2029, 7 [GW] versus 100 [GW]. Berarti kan harus ditata ya,” tegas dia.

Adapun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat mengungkapkan  berencana merevisi RUPTL PLN 2025—2034, sebab pemerintah sedang mempercepat dedieselisasi hingga membangun PLTS.

Bahlil mengungkap keputusan tersebut diwacanakan usai Presiden Prabowo Subianto membentuk satuan tugas (satgas) transisi energi. Satgas tersebut bakal mempercepat penggunaan energi alternatif, termasuk panas bumi.

Bahlil menyatakan lokasi PLTS tersebut bakal tersebar di berbagai wilayah, utamanya di daerah-daerah yang sebelumnya memiliki pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Adapun, lewat dokumen RUPTL Tahun 2025—2034, PLN bakal menambah kapasitas listrik terpasang mencapai 69,5 GW pada periode 2025 sampai dengan 2034.

Sebagian besar kapasitas setrum itu berasal dari pembangkit EBT mencapai 42,6 GW, sekitar 61% dari keseluruhan rencana kapasitas terpasang.

Sementara itu, PLN memiliki ruang sebesar 16,6 GW untuk menambah kapasitas listrik dari pembangkit fosil. Alokasi pembangkit fosil itu mengambil porsi mencapai 24% dari total kapasitas pembangkit dalam dokumen RUPTL tersebut.

Di sisi lain, PLN bakal ikut mendorong investasi pada kapasitas penyimpanan listrik atau storage mencapai 10,3 GW selama 10 tahun mendatang.

(azr/wdh)

No more pages