Logo Bloomberg Technoz

China Ingin Integrasikan Energi Terbarukan ke Pabrik & Pusat Data

News
10 July 2026 14:00

Kompleks industri petrokimia di tepi pantai di Dalian, China. (Qilai Shen/Bloomberg)
Kompleks industri petrokimia di tepi pantai di Dalian, China. (Qilai Shen/Bloomberg)

Lili Pike - Bloomberg News

Bloomberg, China, penyumbang terbesar gas rumah kaca penyebab pemanasan iklim di dunia, berencana mengintegrasikan jaringan pembangkit listrik terbarukan berskala besarnya ke dalam pabrik, pusat data, dan transportasi melalui rencana baru yang memaparkan lebih detail strategi pengurangan emisinya hingga tahun 2030.

Rencana iklim lima tahunan ini, yang diterbitkan pada Kamis setelah arah umum dikonfirmasi pada pertemuan politik tahunan negara tersebut pada Maret, menandakan bahwa negara ini beralih dari era hanya fokus membangun kapasitas energi bersih menuju era yang lebih fokus memastikan energi tersebut digunakan melalui penyimpanan, transmisi, elektrifikasi, hidrogen hijau, serta kawasan industri dan pusat data rendah karbon.

Tiga negara penghasil polusi terbesar menyumbang hampir setengah dari total global. (Bloomberg)

Detail dari rencana tersebut sebagian besar sejalan dengan pendekatan China yang sudah ada, yaitu menetapkan target yang relatif longgar dan merencanakan pertumbuhan teknologi bersih untuk mendorong penurunan emisi.

Hal ini kemungkinan akan mengecewakan para pendukung aksi iklim yang lebih cepat. Target iklim intinya sama dengan yang diterbitkan China dalam rencana lima tahunnya yang lebih luas pada Maret.