Logo Bloomberg Technoz

Upaya Dirjen Pajak Optimalkan Setoran PPN Saat Ekonomi Melambat

Mis Fransiska Dewi
13 July 2026 15:20

Mahasiswa BEM SI melakukan aksi demo tolak PPN 12% di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Jumat (27/12/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mahasiswa BEM SI melakukan aksi demo tolak PPN 12% di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Jumat (27/12/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemenkeu) mengaku bakal mengoptimalkan penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), meskipun ekonomi tengah mengalami perlambatan.

Secara bersamaan, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan PPN di sejumlah sektor sudah tumbuh positif. Padahal sejumlah indikator ekonomi mengalami perlambatan.

Berdasarkan data, sejumlah indikator menunjukkan pelemahan seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang turun menjadi 117,8 pada Juni dari posisi Mei di level 120,9. Penurunan ini melanjutkan tren pelemahan yang sudah terlihat dalam tiga bulan terakhir secara beruntun, sekaligus menjadi level terendah sejak September 2025.


Dalam kaitan itu, Ditjen Pajak mencatat realisasi PPN dan PPnBM sampai semester I-2026 tercatat Rp380 triliun atau melonjak 42,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Akan tetapi, porsinya baru 38% dari total target penerimaan PPN dan PPnBM sepanjang 2026 yang dipatok sebesar Rp995,28 triliun, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 118 Tahun 2025 tentang Rincian APBN 2026.

Merespons hal itu, Bimo mengatakan pihaknya salah satunya mengupayakan interoperabilitas data. Menurutnya, peningkatan penerimaan PPN cukup signifikan khususnya PPN dalam negeri maupun impor.