Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah Kaji Subsidi BBM untuk Nelayan-Industri Tangkap Ikan

Pramesti Regita Cindy
13 July 2026 12:40

Nelayan duduk diatas tanggul beton yang berada di laut Cilincing. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Nelayan duduk diatas tanggul beton yang berada di laut Cilincing. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah tengah mengkaji formulasi pemberian harga khusus untuk bahan bakar minyak (BBM) bagi kapal nelayan atau pelaku industri penangkap ikan berukuran 30 gross tonnage (GT) hingga 200 GT atau kapal industri berukuran sedang ke besar. 

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan mengenai skema harga khusus tersebut masih belum menghasilkan keputusan final, sebab masih dalam tahap merumuskan sejumlah alternatif untuk besaran harga yang akan diberikan. 

Sebagai catatan, lonjakan harga BBM non-subsidi untuk nelayan industri disebut telah mencapai di atas Rp25 ribu per liter. 


"Dia [nelayan industri akan] diberikan harga khusus. Ada beberapa alternatif [pembahasan] tapi belum diputuskan," kata Trenggono ditemui di Kantor Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (13/7/2026). 

Trenggono menyebut usulan ini muncul dari kalangan nelayan besar, khususnya pemilik kapal berukuran 30 GT hingga 200 GT, yang menginginkan harga BBM lebih terjangkau dibandingkan harga yang berlaku saat ini.