Logo Bloomberg Technoz

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,4% pada awal perdagangan Asia. WTI sebelumnya merosot 2% dan ditutup di kisaran US$72 per barel pada Kamis setelah para pelaku pasar menilai konflik antara Amerika Serikat dan Iran kemungkinan akan tetap terbatas. Hal itu meredakan kekhawatiran awal bahwa infrastruktur energi kembali menjadi sasaran serangan. Sementara itu, minyak Brent ditutup di sekitar US$76 per barel.

Optimisme terhadap sektor teknologi kembali menguat karena investor melihat tanda-tanda bahwa ledakan investasi di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) masih berlanjut, setelah aksi jual tajam saham-saham chip pada awal pekan ini. Micron Technology Inc. berencana meningkatkan belanja pembangunan pabrik baru di Amerika Serikat menjadi US$250 miliar untuk memenuhi lonjakan permintaan yang didorong oleh perkembangan AI.

Di sisi lain, di tengah saling serang udara antara Amerika Serikat dan Iran, pasar memandang aksi tersebut sebagai bentuk eskalasi yang masih terkendali, dengan asumsi bahwa perekonomian masih mampu menyerap dampaknya, ujar Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman & Co.

Chip Stocks Power Wall Street Rebound. (Sumber: Bloomberg)

Di tengah perdebatan yang masih berlangsung mengenai prospek ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik, arah pergerakan pasar dalam sebulan ke depan kemungkinan akan ditentukan oleh musim laporan kinerja keuangan perusahaan, menurut Anthony Saglimbene dari Ameriprise.

"Perusahaan tidak cukup hanya membukukan laba di atas ekspektasi," ujarnya. "Mereka juga harus menunjukkan bahwa margin keuntungan tetap bertahan pada level tinggi, prospek bisnis (guidance) masih kuat dan bahkan lebih baik dari perkiraan analis saat ini, serta pertumbuhan laba yang dipimpin sektor teknologi masih cukup luas untuk menopang valuasi pasar."

Menurut Jeff Buchbinder dari LPL Financial, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kemungkinan akan tetap menjadi pendorong utama pasar pada paruh kedua 2026. Namun, narasi mengenai AI kini mulai berubah, dan transisi tersebut dapat menciptakan lingkungan investasi yang lebih selektif. Investor, katanya, sebaiknya tidak lagi hanya berfokus pada perusahaan yang menggelontorkan belanja terbesar untuk AI, melainkan pada perusahaan yang mampu menghasilkan keuntungan yang terukur dari investasi tersebut.

Di sisi lain, lelang obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) bertenor 30 tahun menghasilkan imbal hasil (yield) tertinggi dalam hampir dua dekade. Hal itu menegaskan bahwa meningkatnya pasokan obligasi mendorong investor menuntut imbal hasil yang lebih besar untuk memegang surat utang pemerintah.

Berikut pergerakan utama di pasar keuangan pada awal perdagangan Jumat:

Saham

  • Kontrak berjangka Hang Seng naik 0,3% pada pukul 07.03 waktu Tokyo.
  • Kontrak berjangka Nikkei 225 menguat 1,6%.
  • Kontrak berjangka S&P/ASX 200 relatif tidak berubah.

Mata Uang

  • Indeks Bloomberg Dollar Spot bergerak relatif datar.
  • Euro stabil di level US$1,1430.
  • Yen Jepang tidak berubah di 162,38 per dolar AS.
  • Yuan offshore relatif tidak berubah di 6,7957 per dolar AS.

Mata Uang Kripto

  • Bitcoin bergerak relatif datar di US$63.210,50.
  • Ether juga relatif tidak berubah di US$1.747,44.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,4% menjadi US$71,76 per barel.
  • Harga emas spot relatif tidak berubah.

(bbn)

No more pages