Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan Harga Ubah Pola Belanja, FMCG Murah Jadi Buruan

Pramesti Regita Cindy
09 July 2026 15:30

Pengunjung melihat produk kecantikan di salah satu gerai ritel modern Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung melihat produk kecantikan di salah satu gerai ritel modern Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pelaku usaha ritel di segmen fast moving consumer goods (FMCG) atau produk ritel utama mengakui kenaikan harga sejumlah produk mendorong konsumen menjadi lebih selektif dan mulai beralih ke merek dengan harga yang lebih terjangka selain faktor musiman. 

Hal ini sejalan dengan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia terbaru melalui Indeks Penjualan Riil (IPR) yang tercatat mengalami penurunan pada Mei 2026. 

"Kenapa penurunan [penjualan ritel FMCG] terjadi? Pertama memang adanya produk-produk yang mengalami kenaikan harga. Orang membeli nggak? tetap membeli. Tetapi pergeseran pola belanjanya ada terjadi," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin kepada Bloomberg Technoz, Kamis (9/7/2026). 


Menurut Solihin, perubahan perilaku tersebut turut memengaruhi nilai penjualan ritel. Meski volume pembelian belum tentu turun signifikan, konsumen beralih ke produk dengan harga yang lebih rendah juga dapat membuat nilai transaksi ikut menurun.

"Karena yang dia anggap brand yang menurut dia selama ini digunakan harganya sudah melakukan penyesuaian. Sehingga dia cari yang barang serupa tapi harganya lebih murah seperti itu," sambungnya.