Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, Indonesia juga masih menghadapi keterbatasan infrastruktur penyelenggaraan konser. Meski telah memiliki stadion seperti Gelora Bung Karno (GBK) dan sejumlah stadion baru, jumlah venue yang memenuhi standar internasional untuk menggelar konser berskala stadion masih terbatas. 

Hafiz juga menilai proses perizinan lintas kementerian, kepolisian, dan pemerintah daerah perlu disederhanakan agar Indonesia lebih kompetitif dalam menarik penyelenggaraan konser global.

"Industri live entertainment membutuhkan kepastian waktu karena jadwal world tour disusun jauh hari sebelumnya. Oleh karena itu, simplifikasi perizinan lintas kementerian, kepolisian, dan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting agar Indonesia lebih kompetitif," katanya.

Direktur Musik Kementerian Pariwisata, Mohammad Amin, menambahkan keterbatasan venue masih menjadi persoalan utama. Saat ini penyelenggaraan konser berskala besar praktis hanya mengandalkan GBK dan Jakarta International Stadium (JIS). 

Di sisi lain, GBK kerap berbenturan dengan agenda olahraga, sementara JIS masih menghadapi tantangan akses transportasi bagi penonton.

"Kendala pertama adalah keterbatasan lokasi. Kedua adalah keterbatasan infrastruktur pendukung, terutama transportasi dan fasilitas penunjang di beberapa daerah yang masih terbatas," kata Amin.

Menurut Amin, tantangan lain adalah tingginya biaya sewa venue dan proses perizinan yang masih kompleks. Ia menilai sistem perizinan idealnya dilakukan melalui layanan satu pintu yang terdigitalisasi, disertai standar biaya pengamanan yang transparan sehingga promotor dapat memperkirakan biaya penyelenggaraan secara lebih pasti.

"Kalau memang kita mau serius membangun industri event, pihak kepolisian dan aparat keamanan juga sebaiknya memiliki standar biaya yang terbuka. Saat ini sistem seperti itu belum kita miliki. Jadi, secara keseluruhan prosesnya masih cukup rumit dan kita masih terus berbenah," ujarnya.

Selain pembenahan regulasi dan infrastruktur, Kemenpar juga mendorong pengembangan paket wisata konser atau concert tourism. Konsep tersebut mengintegrasikan tiket konser dengan hotel, transportasi, hingga destinasi wisata, sehingga konser tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi sektor pariwisata nasional.

(dec)

No more pages