Logo Bloomberg Technoz

Ini menjadi koreksi selama tiga hari berturut-turut. Selama tiga hari tersebut, harga terpotong 2,26%.

Kabar dari Timur Tengah lagi-lagi menjadi pemberat langkah harga emas. Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan ke Iran.

Berdasarkan laporan Bloomberg News, Pusat Komando AS menyebut serangan itu bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan Iran dalam mengganggu pelayaran di Selat Hormuz. Serangan Negeri Adikuasa datang beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Teheran sudah bubar.

Dinamika ini mengerek harga minyak dunia. Kemarin, harga minyak jenis brent melejit 5,21% ke US$ 78,02/barel dan pagi ini masih menanjak hampir 1% pada pukul 07:19 WIB.

Alhasil, kekhawatiran akan ancaman inflasi tinggi kembali menghantui perekonomian dunia. Sesuatu yang akan membuat bank sentral di berbagai negara tidak punya banyak pilihan kecuali mengetatkan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga naik.

(aji)

No more pages