Obsesi Trump terhadap pulau tersebut sempat memuncak pada awal tahun ini dalam forum World Economic Forum di Davos, ketika ia membuat para sekutu Eropa khawatir bahwa dirinya kemungkinan akan mencoba merebut Greenland dengan kekuatan militer. Trump kembali mengungkit masalah ini pada hari Rabu, dengan menyatakan bahwa ia “sangat tidak puas” terhadap aliansi tersebut mengenai isu Greenland.
Menanggapi tekanan tersebut, para sekutu NATO telah mengerahkan upaya maksimal selama di Ankara untuk meyakinkan AS bahwa mereka adalah mitra yang dapat diandalkan, sekaligus mengumumkan kesepakatan bernilai miliaran dolar di sektor pertahanan. Menjelang pertemuan tersebut, ibu kota negara-negara Eropa sempat didera kecemasan bahwa Trump akan memangkas komitmen keamanan AS terhadap blok tersebut, di saat mereka tengah menghadapi berbagai tantangan berat, termasuk dampak dari guncangan pasokan energi akibat perang Iran serta invasi Rusia ke Ukraina yang kini telah memasuki tahun kelima.
Kekhawatiran itu kian diperparah oleh langkah Pentagon yang tengah melakukan evaluasi selama enam bulan terhadap postur kekuatan militernya di Eropa. Pejabat militer AS bahkan telah membatalkan rencana pengerahan tim tempur brigade lapis baja di masa mendatang, serta memangkas jumlah aset militer yang biasanya disiagakan ke Eropa jika terjadi situasi krisis.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya telah mengumumkan evaluasi enam bulanan tersebut melalui pidato konfrontatifnya bulan lalu di markas besar NATO di Brussels.
Saat ini, Amerika Serikat menempatkan sekitar 80.000 personel militernya di Eropa. Jumlah tersebut meningkat setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, dengan pasukan ditempatkan di Jerman, Polandia, Italia, Rumania, dan kawasan Baltik. Di sisi lain, negara-negara Eropa juga telah mempercepat peningkatan anggaran pertahanan serta pembelian senjata dan peralatan militer.
"Intinya, sebenarnya tidak banyak pertempuran yang harus dilakukan, tetapi sebagian akan bergantung pada Iran," kata Trump pada Rabu. "Ketika mereka punya kesempatan untuk membantu, mereka memilih tidak melakukannya. Tapi sekarang kami mencoba melupakan hal itu. Dan sekarang mereka ingin membantu."
(bbn)






























