Logo Bloomberg Technoz

Terbaru, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun selama tiga bulan beruntun dan mencapai level terendah sejak September 2025. Di sisi lain, tekanan inflasi yang mulai meningkat menggerus daya beli, sementara pasar tenaga kerja belum juga menunjukkan perbaikan yang cukup kuat. 

Kombinasi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa konsumsi domestik, yang selama ini jadi mesin utama pertumbuhan ekonomi, akan melambat pada paruh kedua 2026. 

Ketiga, di saat yang sama tekanan eksternal belum sepenuhnya mereda. Ketegangan yang kembali terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memperkeruh situasi. Sementara, dolar AS bertahan kuat di tengah tingginya permintaan aset aman alias safe haven.

Ketegangan ini membuat harga minyak mentah kembali naik 1,24% ke posisi US$78,99 per barel, setelah pada awal pekan sempat berada di level US$71,9 per barel. 

Di tengah kondisi tersebut penguatan terhadap rupiah diperkirakan masih akan terbatas. Selama belum ada katalis positif yang bisa mengembalikan arus masuk modal asing, rupiah tetap berpotensi bergerak dalam rentang yang relatif sempit. 

Analisis Teknikal

Secara teknikal nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan tren pelemahan hari ini. Adapun rupiah berpotensi melemah menembus support pada level Rp18.020/US$, hingga Rp18.050/US$ usai break trendline sebelumnya.

Analisis Teknikal Rupiah Kamis 9 Juli 2026 (Sumber: Bloomberg)

Teknikal rupiah juga memperlihatkan level Rp18.100/US$ sebagai level paling pesimistis pelemahan rupiah dalam time frame daily, di tren jangka pendek (short-term).

Sebaliknya nilai rupiah memiliki level resistance terdekat pada level Rp17.900/US$. Apabila level ini berhasil tembus, maka mengonfirmasi resistance selanjutnya pada level Rp17.800/US$ juga sebagai resistance potensial.

(riset/aji)

No more pages