Harga minyak Brent naik lebih dari 5%, sementara West Texas Intermediate (WTI) juga melonjak. Saham-saham melanjutkan penurunannya, dengan Indeks MSCI Asia Pasifik turun hingga 1% dan Indeks Nifty 50 India merosot 1,5%.
Pernyataan Trump itu muncul usai Amerika melancarkan serangan terhadap Iran, yang terjadi menyusul serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Kedua belah pihak saling menuduh pihak lain melanggar gencatan senjata.
Bitcoin tampak semakin menguat pada bulan Juli setelah mengalami penurunan hampir 18% pada bulan Juni, yang merupakan bulan terburuknya dalam empat tahun terakhir. Sejauh ini, nilai token tersebut telah naik sekitar 5,5% pada bulan ini.
Mata uang kripto ini tampak relatif tangguh usai penjualan Bitcoin US$216 juta diungkapkan pada Senin oleh Strategy, perusahaan yang didirikan oleh Michael Saylor dan kini menjadi pembeli korporat terbesar Bitcoin.
Baca Juga: Untung Besar Trump di Aset Kripto karena Konflik Kepentingan?
Pasar hampir tidak bereaksi terhadap berita tersebut, jauh berbeda dengan bulan lalu, ketika pengungkapan Strategy mengenai penjualan Bitcoin pertamanya sejak 2022 memicu aksi penjualan.
Beberapa pemegang Bitcoin besar juga telah kembali melakukan pembelian sebelum terjadinya ketegangan terbaru di Timur Tengah. ETF Spot Bitcoin yang terdaftar di AS telah mencatat arus masuk lebih dari US$500 juta selama tiga hari perdagangan berturut-turut.
Sementara, para investor menarik lebih dari US$4,5 miliar dari instrumen ETF tersebut pada bulan Juni, yang merupakan bulan terburuk sejak diluncurkan pada awal 2024.
(red)






























