Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut harga minyak menguat mencapai lebih dari 3%, setelah Iran menyerang sebuah kapal tanker dari Qatar di dekat Selat Hormuz. “Serangan itu menegaskan kembali kerapuhan perjanjian perdamaian sementara antara AS dan Iran,” tulis riset Phintraco.
Lebih jauh, kenaikan kembali harga minyak jika berlangsung lama diestimasikan bakal meningkatkan kekhawatiran akan potensi inflasi, yang nantinya menyeret kenaikan suku bunga acuan The Fed.
Investor memantau seberapa jauh peningkatan ketegangan di Timur Tengah hingga bersiap menunggu risalah pertemuan The Fed untuk mendapatkan panduan tentang prospek kebijakan moneter.
Kemudian, Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG bakal melemah sepanjang perdagangan hari ini, imbas tensi geopolitik Timur Tengah yang kembali meningkat, outflow asing masih terjadi, dan rupiah yang sudah mendekati level Rp18.000/US$.
Kabar terbaru, S&P Dow Jones memasukan Indonesia ke klasifikasi special measures atau frontier market pada 2027 apabila persoalan transparansi dan likuiditas pasar belum terselesaikan.
(fad/aji)




























