Anggota Parlemen Eropa Barry Andrews, salah satu penggagas surat tersebut, menilai keputusan FIFA telah mencederai prinsip keadilan dan independensi organisasi.
"Sekali lagi, kita melihat Infantino dan FIFA menyerah pada tuntutan pemerintahan Trump," kata Andrews kepada Euronews.
Ia menyebut keputusan tersebut sebagai "a disgrace and a perversion of justice" atau "sebuah aib dan bentuk penyimpangan terhadap keadilan."
Komisioner Eropa yang membidangi olahraga, Glenn Micallef, menyebut pencabutan sanksi tersebut sebagai "keputusan yang salah".
Sementara mantan Direktur Komunikasi dan Urusan Publik UEFA, William Gaillard, mengatakan keputusan FIFA bertentangan dengan aturan organisasinya sendiri.
"Ini sepenuhnya bertentangan dengan aturan dan statuta FIFA... dan menurut saya merupakan sebuah skandal," ujar Gaillard kepada Euronews.
Surat yang diinisiasi Barry Andrews bersama Lara Wolters dan Niels Fuglsang itu masih beredar di kalangan anggota Parlemen Eropa untuk mengumpulkan tanda tangan.
Para pengusul meminta asosiasi sepak bola Eropa memastikan pejabat senior FIFA dimintai pertanggungjawaban apabila ditemukan bukti adanya pelanggaran terhadap prinsip netralitas politik.
Kontroversi bermula ketika Balogun menerima kartu merah dalam laga Amerika Serikat melawan Bosnia dan Herzegovina pekan lalu.
Berdasarkan aturan FIFA, kartu merah seharusnya membuat pemain menjalani skorsing satu pertandingan sehingga tidak bisa tampil pada babak 16 besar melawan Belgia.
Namun, FIFA kemudian menangguhkan pelaksanaan hukuman melalui mekanisme hukum yang disebut belum pernah digunakan sebelumnya di Piala Dunia sejak aturan kartu merah diberlakukan.
Trump kemudian mengakui sempat menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino terkait kartu merah Balogun yang menurutnya tidak adil, meski membantah meminta perlakuan khusus.
Setelah FIFA membatalkan sanksi tersebut, Trump berterima kasih kepada Infantino karena telah "membalikkan ketidakadilan besar". Sementara itu, Infantino menegaskan kepada Presiden AS bahwa badan disiplin FIFA bekerja secara independen.
Keputusan itu memicu kritik luas di Eropa. UEFA menyebut langkah FIFA sebagai keputusan yang "belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan".
Federasi Sepak Bola Belgia juga telah mengajukan protes resmi terkait kelayakan Balogun tampil dalam laga yang berakhir dengan kemenangan Belgia 4-1 atas Amerika Serikat.
(dec)






























