Logo Bloomberg Technoz

Bahlil: RI Masih Matangkan Harga Ekspor Listrik ke Singapura

Sabrina Mulia Rhamadanty
06 July 2026 19:20

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (16/4/2026). (Bloomberg Technoz/Azura)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (16/4/2026). (Bloomberg Technoz/Azura)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah Indonesia masih mematangkan regulasi terkait harga ekspor listrik hijau ke Singapura. Langkah ini diambil guna memastikan kerja sama energi tersebut memberikan keuntungan yang adil bagi kedua belah pihak (win-win solution).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa proses negosiasi tarif saat ini masih berjalan dinamis. 

Mengingat kewenangan penentuan tarif berada di tangan pemerintah, Indonesia berkomitmen untuk tidak terburu-buru menyepakati angka sebelum mencapai titik keseimbangan yang saling menguntungkan.


"Terkait dengan harga listrik ke Singapura, proses tahapannya berjalan, tetapi kan kita masih negosiasi tentang harga. Dan regulasi kita kan memang harga itu ada di pemerintah. Kita pengen ada win-win, saling menguntungkan. Kerja sama itu harus saling menguntungkan," ujar Bahlil saat ditemui wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).

Saat ditegaskan mengenai status kesepakatan harga saat ini, Bahlil secara blak-blakan mengakui bahwa nilai komersial yang ada di meja perundingan belum ideal bagi kepentingan nasional.