Suku bunga yang lebih tinggi dan penguatan dolar AS umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga dan diperdagangkan dalam denominasi dolar AS.
Dalam beberapa pekan terakhir, perhatian pasar emas tetap tertuju pada prospek kebijakan suku bunga The Fed, dengan pergerakan harga emas mengikuti ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga.
Kenaikan kembali harga energi memperkuat pandangan bahwa The Fed mungkin perlu mempertahankan suku bunga tetap tinggi lebih lama untuk mengendalikan inflasi yang masih membandel.
Akhir pekan ini, bank sentral AS akan merilis risalah (minutes) rapat kebijakan bulan Juni yang sangat dinantikan pasar.
Harga emas sempat melemah setelah pertemuan tersebut karena Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, mengambil sikap yang lebih hawkish dibandingkan ekspektasi pasar. Sejak perang dengan Iran dimulai, harga emas telah turun lebih dari 20%.
Pada pukul 15.45 waktu New York, harga emas spot turun 1,3% menjadi US$4.109,14 per ons. Harga perak melemah 3,3%, sementara platinum dan paladium menguat. Di saat yang sama, Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,2%.
(bbn)





























