Selain pinjaman daring, Agusman melaporkan piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 1,71% yoy menjadi Rp513,19 triliun pada Mei 2026. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kenaikan pembiayaan modal kerja sebesar 7,96% yoy.
Profil risiko industri pembiayaan juga tetap terjaga. Rasio non-performing financing (NPF) gross tercatat sebesar 3,06%, sedangkan NPF net berada di level 0,85%. Adapun gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,14 kali, masih jauh di bawah batas maksimum 10 kali.
Di sektor modal ventura, nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,36 triliun atau tumbuh tipis 0,09% yoy. Sementara itu, industri pegadaian masih mencatatkan pertumbuhan tinggi. Penyaluran pembiayaan meningkat 57,97% yoy menjadi Rp163,27 triliun. Dari jumlah tersebut, pembiayaan melalui produk gadai mencapai Rp137,20 triliun atau sekitar 84,03% dari total pembiayaan yang disalurkan.































